| Nama Perusahaan | : | |
|---|---|---|
| Published Date | : | 09 Oktober 2026 |
| Category | : | Pelayanan Profesional |
| Job Location | : | , , Indonesia |
| Employment Type | : | |
| Education Requirements | : | |
| Experience Requirements | : |
Hak pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja terdiri atas tiga bagian: uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, dan uang penggantian hak. Besarnya ditentukan oleh dua hal sekaligus, yaitu lama masa kerja Anda dan alasan pemutusan hubungan kerjanya. Banyak orang hanya menghitung yang pertama, lalu heran mengapa angka yang ditawarkan perusahaan berbeda jauh dari perkiraannya.
Ketentuannya diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021 tentang perjanjian kerja waktu tertentu, alih daya, waktu kerja dan waktu istirahat, serta pemutusan hubungan kerja. Artikel ini menjelaskan ketiga komponennya, cara membaca tabelnya, dan langkah yang perlu Anda tempuh bila angkanya tidak sesuai.
Tiga komponen hak Anda
Uang pesangon dihitung berdasarkan masa kerja, dengan tabel yang berlaku umum. Uang penghargaan masa kerja diberikan kepada pekerja yang masa kerjanya tiga tahun atau lebih, dengan tabel tersendiri. Uang penggantian hak mencakup antara lain cuti tahunan yang belum diambil dan belum gugur, serta biaya pulang ke tempat Anda diterima bekerja.
Ketiganya dihitung dari upah, dalam pengertian upah pokok ditambah tunjangan tetap. Bukan dari angka bersih yang Anda bawa pulang, dan bukan pula termasuk lembur atau uang makan harian. Karena itu, komposisi slip gaji Anda sangat menentukan, dan cara membacanya kami uraikan di panduan membaca slip gaji.
Tabel uang pesangon
| Masa kerja | Uang pesangon |
|---|---|
| Kurang dari 1 tahun | 1 bulan upah |
| 1 tahun atau lebih, kurang dari 2 tahun | 2 bulan upah |
| 2 tahun atau lebih, kurang dari 3 tahun | 3 bulan upah |
| 3 tahun atau lebih, kurang dari 4 tahun | 4 bulan upah |
| 4 tahun atau lebih, kurang dari 5 tahun | 5 bulan upah |
| 5 tahun atau lebih, kurang dari 6 tahun | 6 bulan upah |
| 6 tahun atau lebih, kurang dari 7 tahun | 7 bulan upah |
| 7 tahun atau lebih, kurang dari 8 tahun | 8 bulan upah |
| 8 tahun atau lebih | 9 bulan upah |
Tabel uang penghargaan masa kerja
| Masa kerja | Uang penghargaan masa kerja |
|---|---|
| 3 tahun atau lebih, kurang dari 6 tahun | 2 bulan upah |
| 6 tahun atau lebih, kurang dari 9 tahun | 3 bulan upah |
| 9 tahun atau lebih, kurang dari 12 tahun | 4 bulan upah |
| 12 tahun atau lebih, kurang dari 15 tahun | 5 bulan upah |
| 15 tahun atau lebih, kurang dari 18 tahun | 6 bulan upah |
| 18 tahun atau lebih, kurang dari 21 tahun | 7 bulan upah |
| 21 tahun atau lebih, kurang dari 24 tahun | 8 bulan upah |
| 24 tahun atau lebih | 10 bulan upah |
Pekerja dengan masa kerja di bawah tiga tahun tidak memperoleh uang penghargaan masa kerja, tetapi tetap memperoleh uang pesangon dan uang penggantian hak.
Bagian yang paling sering disalahpahami
Angka dalam kedua tabel di atas bukan angka final. Yang menentukan berapa yang benar-benar Anda terima adalah alasan pemutusan hubungan kerjanya, karena tiap alasan punya pengali tersendiri.
Dalam peraturan, ada alasan pemutusan hubungan kerja yang hak pesangonnya dihitung penuh sesuai tabel, ada yang dihitung setengahnya, ada yang dikalikan lebih besar daripada tabel, dan ada pula keadaan tertentu yang hanya memberikan uang penggantian hak serta uang pisah. Perbedaannya besar, dan di sinilah perselisihan paling sering terjadi.
Karena itu, pertanyaan pertama yang harus Anda ajukan bukan “berapa pesangon saya”, melainkan “apa alasan pemutusan hubungan kerja saya, dan apa dasar hukumnya”. Mintalah jawabannya secara tertulis. Alasan yang disebut perusahaan menentukan seluruh perhitungan, dan alasan yang keliru mengurangi hak Anda secara langsung.
Contohnya, pemutusan karena efisiensi, karena perusahaan tutup, karena pekerja melakukan pelanggaran, atau karena pekerja mengundurkan diri, semuanya menghasilkan perhitungan yang berbeda meski masa kerjanya sama persis.
Bila Anda mengundurkan diri
Pengunduran diri atas kemauan sendiri pada dasarnya tidak melahirkan hak atas uang pesangon. Yang menjadi hak adalah uang penggantian hak, serta uang pisah bila diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama.
Inilah sebabnya perbedaan antara mengundurkan diri dan diberhentikan menjadi sangat penting, dan mengapa ada praktik meminta pekerja menandatangani surat pengunduran diri padahal sebenarnya diberhentikan. Bila Anda berada dalam keadaan itu, jangan menandatangani dalam tekanan. Hal ini kami bahas lebih rinci di panduan surat pengunduran diri.
Bila Anda pekerja kontrak
Pekerja dengan perjanjian kerja waktu tertentu yang kontraknya berakhir sesuai jangka waktunya tidak memperoleh pesangon, melainkan uang kompensasi yang dihitung berdasarkan masa kerja pada perjanjian tersebut. Ini hak yang berbeda dan sering tidak diketahui, sebagaimana kami uraikan di panduan PKWT dan hak pekerja kontrak.
Berbeda halnya bila perjanjian kerja waktu tertentu Anda sebenarnya tidak memenuhi syarat sahnya, misalnya dipakai untuk pekerjaan yang bersifat tetap dan terus-menerus. Dalam keadaan itu, status hubungan kerja dapat dinilai berbeda, dan perhitungan haknya mengikuti status yang sebenarnya.
Langkah yang perlu Anda tempuh
- Minta alasan dan dasar hukumnya secara tertulis. Ini langkah pertama dan paling menentukan.
- Kumpulkan dokumen: perjanjian kerja beserta perpanjangannya, slip gaji enam bulan terakhir, surat pengangkatan, catatan kehadiran, dan surat peringatan bila ada.
- Hitung masa kerja Anda secara tepat, dari tanggal mulai sampai tanggal berakhir. Bila Anda pernah melalui pemagangan atau peralihan badan hukum di tempat yang sama, simpan buktinya karena memengaruhi perhitungan.
- Tentukan dasar upah, yaitu upah pokok ditambah tunjangan tetap, bukan angka bersih.
- Hitung perkiraan hak Anda memakai kedua tabel di atas, lalu sesuaikan dengan alasan pemutusan hubungan kerjanya.
- Jangan menandatangani apa pun sebelum Anda memahami isinya, termasuk surat kesepakatan bersama yang menyatakan Anda melepaskan tuntutan.
- Tempuh perundingan dengan perusahaan, bila perlu bersama serikat pekerja.
- Ajukan ke dinas tenaga kerja setempat untuk mediasi bila perundingan buntu.
Poin keenam perlu ditekankan. Surat kesepakatan bersama yang sudah ditandatangani sulit dipersoalkan kemudian. Mintalah waktu untuk membaca, bawa pulang, dan bila perlu tanyakan kepada pihak yang lebih paham sebelum menandatangani. Permintaan waktu ini wajar dan bukan tanda Anda bermusuhan.
Hak lain yang jangan terlupakan
Di luar ketiga komponen di atas, ada beberapa hal yang sering tertinggal saat hubungan kerja berakhir.
Saldo jaminan hari tua tetap menjadi milik Anda dan dapat dicairkan sesuai ketentuan. Manfaat jaminan kehilangan pekerjaan dapat diajukan bila Anda memenuhi syaratnya dan kehilangan pekerjaan di luar kehendak sendiri, dan ini punya tenggat sejak tanggal pemutusan hubungan kerja sehingga jangan ditunda. Keduanya kami bahas di panduan BPJS Ketenagakerjaan untuk pekerja baru.
Mintalah pula surat keterangan pengalaman kerja sebelum Anda benar-benar pergi, karena dokumen itu dibutuhkan untuk pencairan maupun untuk melamar berikutnya. Caranya ada di panduan paklaring.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa pesangon untuk masa kerja 5 tahun?
Berdasarkan tabel, uang pesangonnya 6 bulan upah dan uang penghargaan masa kerjanya 2 bulan upah. Tetapi angka akhir bergantung pada alasan pemutusan hubungan kerja, karena tiap alasan punya pengali tersendiri.
Upah mana yang dipakai menghitung pesangon?
Upah pokok ditambah tunjangan tetap, bukan angka bersih yang dibawa pulang dan bukan termasuk lembur atau tunjangan tidak tetap.
Apakah karyawan yang mengundurkan diri dapat pesangon?
Pada dasarnya tidak. Yang menjadi hak adalah uang penggantian hak, serta uang pisah bila diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama.
Apakah pekerja kontrak dapat pesangon?
Pekerja dengan perjanjian kerja waktu tertentu yang kontraknya berakhir memperoleh uang kompensasi, bukan pesangon.
Perusahaan tutup, apakah pesangon tetap dibayar?
Pemutusan hubungan kerja karena perusahaan tutup termasuk keadaan yang diatur beserta perhitungan haknya. Mintalah alasan dan dasar hukumnya secara tertulis, lalu bawa persoalannya ke dinas tenaga kerja bila tidak ada penyelesaian.
Apakah saya harus menandatangani surat kesepakatan bersama?
Tidak dalam keadaan tertekan dan tidak sebelum Anda memahami isinya. Surat yang sudah ditandatangani sulit dipersoalkan kemudian. Mintalah waktu untuk membaca.
Bila perusahaan menawarkan pembayaran bertahap
Tawaran mencicil pembayaran hak Anda cukup sering muncul, terutama ketika pemutusan hubungan kerja terjadi karena kesulitan keuangan perusahaan. Ini bukan hal yang otomatis salah, tetapi perlu diperlakukan dengan hati-hati.
Bila Anda menyetujuinya, pastikan kesepakatan itu tertulis dan memuat empat hal: jumlah keseluruhan yang diakui perusahaan sebagai hak Anda, besar tiap angsuran, tanggal pasti tiap pembayaran, dan akibat bila perusahaan gagal membayar. Tanpa keempatnya, yang Anda pegang hanyalah janji.
Perhatikan pula kalimat yang menyatakan Anda melepaskan seluruh tuntutan. Bila kalimat semacam itu ada sementara pembayarannya baru akan berjalan, posisi Anda menjadi lemah begitu angsuran macet. Mintalah agar pelepasan tuntutan baru berlaku setelah pembayaran terakhir diterima.
Dan pastikan Anda menyimpan bukti setiap penerimaan, sekecil apa pun jumlahnya. Mutasi rekening lebih baik daripada tanda terima tunai, karena tidak bisa diubah sepihak.
Pesangon dan pajak penghasilan
Uang pesangon termasuk penghasilan, sehingga ada perlakuan pajak atasnya. Besaran yang Anda terima di rekening bisa berbeda dari hasil hitungan Anda karena adanya pemotongan ini, dan itu wajar sepanjang dilakukan dengan benar.
Yang perlu Anda minta adalah bukti potong atas pembayaran tersebut, sama seperti bukti potong atas gaji. Dokumen itu Anda butuhkan saat pelaporan tahunan, dan tanpa itu Anda tidak bisa menunjukkan bahwa pajaknya sudah dipotong. Kaitannya dengan pelaporan kami bahas di panduan NPWP karyawan baru.
Mintalah juga rincian tertulis yang memisahkan tiap komponen: berapa uang pesangon, berapa uang penghargaan masa kerja, dan berapa uang penggantian hak. Angka gabungan tanpa rincian menyulitkan Anda memeriksa apakah perhitungannya benar.
Menghitung masa kerja dengan tepat
Masa kerja menentukan dua tabel sekaligus, sehingga selisih beberapa bulan bisa berarti satu bulan upah lebih atau kurang. Hitunglah dengan teliti, dan siapkan buktinya.
Titik awalnya adalah tanggal Anda mulai bekerja, bukan tanggal surat pengangkatan bila keduanya berbeda. Bila Anda sempat menjalani masa percobaan, masa itu termasuk masa kerja. Bila Anda sempat menjalani pemagangan di tempat yang sama lalu diangkat, simpan perjanjian pemagangan dan sertifikatnya karena status di masa itu menentukan apakah ikut dihitung.
Perhatikan pula peralihan badan hukum atau pergantian nama perusahaan. Bila pekerjaan, tempat, dan tugas Anda tidak berubah, masa kerja Anda pada dasarnya berlanjut dan tidak dimulai dari nol. Perusahaan kadang menghitung ulang sejak peralihan, dan bila itu terjadi, mintalah dasarnya secara tertulis.
Dokumen yang menolong Anda di sini sederhana: perjanjian kerja pertama, seluruh surat perpanjangan, surat pengangkatan atau mutasi, dan slip gaji dari bulan-bulan awal. Simpan semuanya sejak sekarang, jauh sebelum dibutuhkan, karena pada saat dibutuhkan biasanya Anda sudah tidak punya akses ke arsip perusahaan.
Ringkasnya
Hitung dengan dua hal sekaligus: masa kerja Anda memakai kedua tabel, dan alasan pemutusan hubungan kerja yang menentukan pengalinya. Mintalah alasan itu tertulis sebelum apa pun, karena di situlah selisih terbesar biasanya muncul. Pakai upah pokok ditambah tunjangan tetap sebagai dasar, bukan angka bersih. Dan jangan menandatangani kesepakatan apa pun sebelum Anda membaca dan memahaminya, karena itu pintu yang tidak bisa dibuka kembali.